Harlem Shake MKRI, Kudeta Berhadiah Sembako

Posted: September 7, 2013 in Uncategorized
Tag:, , , ,

harlem ratnaKelompok pecundang yang sekarang menamakan dirinya MKRI (Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia ) akan bikin ulah lagi.  Rencannya hari ini, 25 Maret mereka akan berdemo di YLBHI, awalnya sih mau demo di depan istana, tapi katanya menghindari ada yang berniat membenturkannya dengan kelompok lain. Barangkali ini illusi mereka seperti dulu juga.

Mereka adalah kurang lebih kelompok yang sama, barisan sakit hati yang dulu sebelum bernama MKRI pernah berkoar akan menurunkan puluhan bahkan ratusan ribu “rakyat” mengepung Istana. Walhasil, cuma hitungan ribuan lebih saja. Terlanjur malu, mereka mengarang cerita, “rakyatnya” nggak bisa turun ke jalan karena diiintimidasi. Entah hantu mana yang mengintimidasi.

Ratna sarumpaet sang Ketua Presdium MKRI selalu menjadi pecundang di tiap diskusi di televisi. Adhi M Massardie, yang dulu jadi jubir presiden (alm) Gusdur, konon gerakannya di MKRI sekarang tak didukung oleh keluarga Gus Dur. Dan Gerakan 98 yang dulu berhasil menggulingkan orde baru menganggap salah satu aktivis MKRI ,Razman sebagai aktvis kagetan. Jadi bisa dibayangkan siapa mereka ini.

Dulu memang media massa memberi panggung buat mereka hingga sempat geger juga. Tapi kali ini nampaknya media sudah muak juga dengan bualan mereka. Tidak ada berita seheboh dulu walau targetnya sama angkernya : Menggulingkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono sebelum Pemilu 2014 . Setelah itu, mereka akan membentuk pemerintahan transisi untuk menyiapkan pemilu. Akhirnya, terbentuk pemerintahan baru. Sama peris dengan hayalan Adnan Buyung Nasution.

Mereka menganggap negara ini nggak ada rakyatnya, nggak ada TNI, nggak ada Polri, nggak ada Parlemen. Mereka mengangap negara ini milik nenek moyang mereka , kita semua cuma ngontrak. Mereka menganggap menurunkan presiden sama mudahnya dengan menurunkan (maaf) celana kolor. Cuma sayangnya SBY memberi angin dengan membuat pernyataan seolah-olah ada yang akan mengkudeta pemerintahannya.  Aneh memang. Rakyatnya Saja tenang, malah presiden menganggap ancaman MKRI itu ciuuus banget.

Kalau cuma tiga ribu orang dan bikin panggung pula di YLBHI, saya pastikan mereka tidak berniat serius menggoyang pemerintahan yang sah, tapi cuma mau bergoyang ala Harlem Shake. Nah, bagi Anda yang mau ikut goyang harlem shake ala MKRI, silakan datang ke YLBHI. Con los terroristas Ey Shake Ey Shake Ey, Ey, Ey, Ey Shake, Ta. Ta And do the Harlem Shake……

25 Maret 201

Kudeta Berhadiah Sembako

Bagi rakyat miskin, untuk mendapatkan sembako, mereka rela mengantri berdesakan berjam-jam, dan rela terinjak-injak. Tapi mereka tidak membayangkan jika harus mendapatkan ikat kepala, dan berdiri mendengarkan orasi polirtik hanya untuk mendapatkan sembako gratis.

Itulah yang terjadi pada demo MKRI kemarin. Di luar area demo, aparat bersiap siaga mengantisipasi “kudeta” yang sebelumnya santer terdengar. Di area demo, di halaman YLBHI, MKRI membagikan sembako gratis kepada rakyat miskin. Gratis ? Nggak juga. Antara yang memberi dan diberi saling membutuhkan. Rakyat miskin butuh sembako, MKRI butuh massa. Tidak mungkin mereka berorasi tanpa dihadiri massa dengan ikat kepala putih, bisa disangka sekumpuluan orang gila orasi sendirian. Apalagi temanya cukup gagah,” Menurunkan pemerintahan yang sah, dan menggantikannya dengan pemerintahan transisi.” Kalau saja hal itu dilakukan oleh caleg, pasti bisa kena tuduhan money politic, atau paling tidak sembako politik.

Barangkali sudah takdir di negara demokrasi, rakyat menjadi komoditi yang menguntungkan, apalagi rakyat miskin. Tak perduli apakah rakyat paham dengan orasi  MKRI, yang penting orasi politik itu sudah memenuhi syarat. Ada orator, ada rakyat yang mendengarkan,dan ada media. Ketika orator berteriak sampai urat leher hampir putus, di kepala rakyat miskin hanya ada mi instan dan beberapa liter beras..

Menengok sejenak ke tahun 2004 ketika Ratna Sarumpaet (presidium MKRI ) menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dia didemo oleh para seniman, diminta mundur dari jabatannya karena dituduh terlibat pencurian sejumlah lukisan berharga lebih satu milyar. Walaupn akhirnya lukisan itu dikembalikan, tapi tentu saja tidak enak “dikudeta” seniman. Sekarang Ratna ingin juga merasakan menjadi pendemo dengan target menurunkan presiden. Sudah lega, Bu Ratna?

26 Maret 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s