Menafsirkan Lagu Balonku

Posted: September 7, 2013 in Uncategorized
Tag:,

ATMAHMUD

Entah kenapa tiba-tiba saya iseng menfasirkan lagu “Balonku.” Kenapa balonku cuma lima? Walaupun balonku ada sepuluh atau lebih, toh yang pecah cuma satu, jadi nggak perlu repot menghitung. Beda dengan lagu “tekkotek kotek, anak ayam turun seribu,”  misalnya, jika setiap anak ayam mati dinyanyikan, capek juga menghitungnya. Kalau dihubungkan dengan jumlah warna, toh warna hitam tidak disebut. Hmmm…Adakah pesan moral syair lagu itu? Bisa iya bisa tidak. Inilah penafsiran saya yang mungkin juga lebay.

Balonku ada lima

Kita punya lima dasar negara, pancasila.

Rupa-rupa warnanya/Hijau kuning kelabu merah muda dan biru

Kebhinekaan bangsa kita yang terdiri dari ribuan pulau,aneka adat istiadat,budaya, dan Agama. Satu Indonesia.

“Meletus balon hijau Dor!/ Hatiku sangat kacau”

Kita tersentak dan galau ketika salah satu provinsi yang masih hijau (baca: muda) Timor Timur lepas dari NKRI.

Balonku tingal empat/Kupegang erat-erat.

Kita berusaha sekuat tenaga memegang erat NKRI agar tidak ada lagi provinsi yang lepas dari genggaman kita.

Ya mungin saja Masagus Abdullah Mahmud (AT Mahmud) penulis lagu ini memang tidak menghubungkan syair lagu ini seperti penafsiran diatas, apalagi ketika lagu ini tercipta, tidak ada provinsi yang kepas dari NKRI. Atau pencipta lagu anak-anak kelahiran Palembang 1930-2010 ini telah “meramalkan hal ini?” Entahlah.

19022013

Iklan
Komentar
  1. Abdi Jaya berkata:

    hahaha… mau ditafsirkan apa aja bisa kok, tergantung penafsirnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s