Maghrib Mengaji Versus Sinetron Bertopeng Religi

Posted: September 15, 2013 in Uncategorized
Tag:, ,
Azwj7mlCEAAQMlw.jpg large

Illustrasi : Drs. Suryadi.twicsy.com

SCTV kembali menayangkan sinetron PESANTREN & ROCK N’ROLL ( Season 3 ) ditayangkan setiap hari pukul 18.00. Walaupun tidak mengklaim sebagai sinetron religi, Tapi dari pemilihan judul, seting, cerita, busana menunjukan kalau sinetron itu dimaksud sebagai religi paling tidak, maunya Islami.

Motinggo Busye, novelis, pengarang dan pemerhati budaya memberikan kreteria yang sangat ketat terhadap film Islami. Menurutnya, “ yang disebut film da’wah harus secara keseluruhan dikerjakan oleh orang-orang yang betul-betul mengerti dan sadar untuk apa film itu dibuat. Misalnya,penulis scenaraio, sutradara harus betul memahami apa yang ditulis dan dikerjakannya, seorang editor juga harus mengetahui bagian mana yang penting, tidak boleh dibuang meski bagian itu menurut pandangan editor harus dibuang. ” Bagi Motinggo, film “The Message” (sejarah Rasulullah) itu bukan film da’wah, sekedar film sejarah. “Masalahnya bukan dalam film itu dibacakan satu atau dua ayat, atau berpakaian ala Islam, tapi bagaimana bisa menonjolkan karakteristik Islam dalam film itu.” ( Lembar Budaya Harian MERDEKA, 23 Oktober 1982 )

Pendapat Motinggo itu bisa jadi benar. Pengalaman saya ketika saya menjadi co director sinetron seri “ Rubiah” (TPI) berlatar belakang kehidupan pesantren, saya menemukan banyak kesalahan yang cukup fatal pada penulisan scenario menyangkut soal penempatan maksud hadits dan ayat Qur’an. Belum lagi soal tata cara Ibadah. Beruntungnya saya sedikit banyak memahami soal itu hingga terpaksa saya setiap hari mencorat-coret (memperbaiki) scenario itu.

Okelah, saya turunkan saja stnadrad Motinggo, dan saya tutup mata saja kemungkinan ketidak tahuan atau kekurang pahaman penulis scenario atau sutradara pada soal agama. Soal kejar tayang bisa menjadi alasan. Saya menggaris bawahi soal jam tayang. Pukul 18.00 itu pas waktu maghrib. Itu persoalan utamanya.

Departemen Agama belum lama ini membuat gerakan nasional MAGHRIB MENGAJI. Di beberapa daerah pemda setempat sudah menggulirkan gerakan itu, mislanya Pemda Kepulaun Meranti, dan Tanjung Pinang, Riau. Mungkin masih banyak lagi yang tidak tercover. Tujuan gerakan itu mengembalikan tradisi mengaji terutama anak-anak dan remaja,habis sholat maghrib berjamaah sampai isya di Masjid dan Mushola yang dulu marak dilaksanakan, kemudian terkikis oleh modernisasi.

Sinetron “Pesantren & Rock N’Roll” yang sudah memsuki season 3 itu menunjukan sinetron ini banyak digemari terutama remaja, karena memang pemerannya remaja yang cantik dan ganteng. Dengan pemilihan waktu tayang pas waktu maghrib, maka otomatis sinetron ini menjadi “musuh” utama gerakan maghrib mengaji. Saya sih husnudzon (prasangka baik ) saja kepada SCTV mengingat jam tayang itu bukan persoalan sederhana, tapi terkadang muncul juga rasa suudzon (kecurigaan) saya hingga saya berpendapat, ini adalah sinetron yang bertopeng religi. Nampaknya ingin mengajarkan da’wah islam, tapi yang sebenarnya mengajak remaja untuk tetap betah di layar tivi mengabaikan sholat maghrib yang waktunya sempit itu apalagi mengaji. Dengan kata lain, sinetron bertopeng religi.

Daru, Jambe,27 April 2013

Iklan
Komentar
  1. mawi wijna berkata:

    Katanya, jam 18.00 itu pemirsanya banyak, ratingnya tinggi, jadi pemasukan untuk iklannya banyak, alhasil keuntungan dari tayangnya sinetron itu besar. Kalau tidak, mana mungkin bertahan sampai 3 season kan?

    Sebetulnya, jam tayang pukul 18.00 itu hanya “memusuhi” gerakan maghrib mengaji saja, tapi juga jam belajar. Pas masih kecil saya belajar dari maghrib hingga pukul 20.00. Bahkan, saat ini ketika saya kerja pun saya masih kerja hingga pukul 22.00-24.00. Otomatis tak ada waktu untuk nonton tv jika kita sibuk beraktivitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s