Menafsir “Puisi” Akil Mochtar

Posted: Oktober 5, 2013 in Uncategorized
Tag:, ,
tweet akil

tweet akil

Merdeka !

Terbebas dari penjajahan

Terbebas dari Kebodohan

Terbebas dari kemiskinan

Terbebas dari Ketidak adilan

Menuju adil makmur

Semoga!

Itu salah satu “puisi” Akil Mochtar yang ditweet pada tanggal 17 Agustus 2013. “Puisi” itu akhir-akhir ini banyak dicopas di dunia maya, dianggap sebagai pesan moral. Saya mencoba menafsirkan “puisi” itu dengan metode “Tafsir ngasal.”

Merdeka !

Penyairnya nampak seperti terbebas dari tuduhan korupsi yang sempat membuat perseteruannya dengan Refly Harun seperti mantan sepasang kekasih sampai terucap, “ Aku atau dia yang masuk penjara.” Walhasil, tidak ada yang masuk penjara. Penyairnya malah diangkat menjadi ketua MK menggantikan Mahfud MD. Merdekaaaa!

Terbebas dari penjahan

Penyairnya ingin mengatakan, dengan menjadi ketua MK tidak ada lagi yang bisa menjajahnya, termasuk Refly Harun, seteru utamanya.

Terbebas dari kebodohan

Untuk kalangan koruptor yang ketahuan, seperti Fathanah dan lainnya, oleh penyairnya dianggap sebagai kebodohan. Koruptor yang tidak ketahuan mungkin lebih banyak, merekalah orang-orang pintar, termasuk penyairnya yang terbebas dari jeratan tuduhan Refly harun.

Terbebas dari kemiskinan

Menambah korupsi tiga atau empat milyar lagi tentu akan menjauhkan diri dari godaan kemiskinan yang terkutuk.

Terbebas dari ketidak adilan

Keadilan bersifat relatif. Jika kita menang berperkara, maka kita menganggap itu adil. Jika kalah,maka tentu saja tidak adil. Sebagai Ketua MK, tentu penyairnya ingin mengatakan,”sayalah pemegang palu keadilan.” Haaah..Selamat tinggal ketidak adilan bagi diriku.

Menuju adil dan makmur

Karena penyairnya sudah memegang lisensi keadilan, maka tentu saja tujuannya adalah untuk memakumurkan diri sendiri dan keluarganya sebanyak- banyaknya

Semoga !

Harapan yang sangat besar ditandai dengan tanda seru ini, sayangnya bisa dijegal oleh KPK. Kata “semoga ! “ memang lebih layak kita sematkan pada KPK. Semoga tetap kuat menjegal harapan koruptur-koruptor lain.

Semoga !

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s