Jumat Menyebalkan

Posted: Januari 3, 2014 in Uncategorized
Tag:,
Ahok Melamun

Hari senin adalah hari yang paling banyak dibenci oleh para pekerja. Salah satu alasannya, hari minggu ke senin cuma berjarak satu hari, sedangkan senin ke minggu berjarak enam hari. Hari sabtu adalah hari yang dibenci oleh orang yang baru putus cinta. Beribu kenangan manis mengejeknya. Hari jumat adalah hari yang paling ditakuti oleh tersangka koruptor. Pintu penjara KPK siap melahap tersangka koruptor pada hari jumat keramat itu.

Bagi Ahok, hari jumat adalah hari yang paling menyebalkan. Ketika dia ikut memaraf Ingub nomor seratus lima puluh tentang larangan penggunaan kendaraan pribadi ke kantor setiap hari jumat pekan pertama tiap bulan bagi PNS di lingkungan Pemda DKI, mungkin terjadi perang batin dalam dirinya. Tapi hatinya agak tenang. PNS? Hmmmm dia kan bukan PNS.

Jumat yang menyebalkan itu pun datang sesuai jadwal. Mobil dinas Toyota Land Cruiser B 1966 RFR melaju gagah di tengah kota. Tapi tidak bagi pengendaranya. Walaupun mobil itu cukup nyaman, Ahok nampak gelisah. Dia membayangkan, wartawan telah siap mengokang mikerofon yang akan memberondongnya dengan pertanyaan seragam.
“ Kok Bapak masih pake mobil dinas? Bukankah ini jumat pertama…..”
“ Pak Jokowi datang mengendarai sepeda. Bapak tahu itu? “

Walapun dalam mobil itu cukup dingin, dia nampak seperti kegerahan. Dia melihat serombongan pegawai dengan seragam khas betawi berjubel dalam bis kota. Beberapa bawahannya itu nampak menoleh heran ke arahnya. Mereka seolah mengadilinya. Baru kali ini dia merasa diadili oleh anak buahnya. Ahok membatin,“ Hei, kamu berangkat pagi, pulang sore. Saya pulang sampai malam bahkan larut malam. Kamu mau kerja seperti saya? Kalau mau, oke. Saya akan ikut gelantungan dalam bis itu.”

Sebuah pertanyaan terngiang di telinganya
“ Bapak ikut menanda tangani ingub…”
Pertanyaan itu segara dijawabnya. Sejak tadi dia memang sudah menyiapkan beberapa jawaban.
“ Instruksi hanya bagi PNS bukan bagi gubernurdan wakil gubernur.”
“ Tapi Pak Jokowi naik sepeda? “
“ Iya. Dia kan dekat rumahnya. Coba deh, memangnya kamu mau naik sepeda dari pluit ke balai kota? Harus dikawal pula. Repot kan? Belum lagi soal effensiensi waktu.”

Rancangan dan pertanyaan dan jawaban itu buyar. Mobil Land cruiser memasuki Balai Kota. Wajah para wartawan seperti melihat mobil yang baru datang dari luar angkasa. Lalu wajah-wajah itu berubah seperti singa lapar. Berita wagub naik mobil dinas hari jumat ini seperti makanan yang lezat dan bergizi. Dengan tenang Ahok menjawab semua pertanyaan seperti yang tadi telah dirancangnya. Pertanyaan yang mudah dijawab. Wartawan sekarang banyak anak-anak baru yang pertanyaannya mudah ditebak.

Ahok duduk sambil menghela nafas panjang di ruang kerjanya. Baru Jumat pertama. Dia juga tahu rencana gubernur yang akan menerapkan pada setiap jumat dan bahkan setiap hari. Jumat yang menyebalkan. Tapi Ahok lebih sebal lagi pada segala bentuk pencitraan. Pencitraan pejabat seperti mahasiswa yang dipelonco. Demi pencitraan, pejabat memelonco dirinya sendiri. Membuat susah dirinya sendiri. Buat apa ada mobil dinas? Supaya kerja lebih effesien kan? Kenapa malah memilih membuang waktu di jalan? Waktu yang bisa lebih produktif tercecer di jalan! Ahok kembali menghela nafas panjang.

03012014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s