Boneka dari Solo

Posted: Maret 14, 2014 in Uncategorized
Tag:, ,

 

“Yang penting pagi sayaboneka-jokowi-ahok-_120808142702-346 ke sini, pekerjaan yang menumpuk sudah saya tanda tangani semua, ya, sudah. Masak sedikit-sedikit izin,” jawab Jokowi perihal bolosnya ke Blitar. Jawaban itu nampak seperti jawaban yang terpaksa diucapkan. Jokowi telah berusaha jujur dengan jawaban itu. Dia memang bukan pejabat yang suka ngeles dengan berbagai alasan yang nggak masuk akal.  Megawati yang mengajak bolos ke  Blitar membuat Jokowi seperti pejabat yang  bisa disetir oleh pemimpin Partai. Tentu dalam hati Jokowi tidak ingin seperti itu, tapi kata tuah yang diharapkan olehnya dan juga berjuta pendukungnya sangat diharapkan keluar dari mulut indah dan berwibawa Megawati. Keputusan Jokowi sebagai Capres PDIP!

Barangkali banyak pemuja Jokowi yang menganggap bolos satu hari lebih baik daripada korupsi. Tentu saja bolos adalah korupsi juga. Korupsi waktu. Tapi ada hal yang lebih penting. PDIP tidak bisa menjaga “kehormatan” kader terbaiknya. Peristwa bolos itu ada dua hal mendasar yang (mungkin) akan menurunkan “kehormatan” Jokowi di mata masyarakat, kecuali tentu saja di mata para pemujanya. Dan juga akan menyulitkan kinerja Jokowi selanjutnya.

Pertama. Saat Jokowi blusukan ke kantor kelurahan, kecamatan, walikota, Jokowi marah besar jika pegawai dan pejabat yang tidak berada di tempat tanpa alasan yang sahih. Ketika wartawan “sidak” ke Balaikota menanyakan keberdaan Jokowi, Ahok mengaku tidak tahu. Siapa yang akan marah besar pada Jokowi? Ahok? Walapun Ahok berani marah sama Mendagri, mustahil dia berani marahin Jokowi. Nah, jika suatu saat Jokowi blusukan lagi dan mendapatkan Lurah, Camat, atau Walikota bolos, apakah dia masih “tega” marah seperti dulu? Bukankah Jokowi telah memberi contoh dengan kalimat singkat yang akan selalu diiingat bawahannya, “ masa sedikit sedikit izin.”

Kedua. Jika nanti (Insya Allah ) Jokowi jadi presiden, apakah Jokowi bisa melepaskan diri dari “hipnotis” Megawati? Sewaktu-waktu Megawati bisa memanggil presiden Jokowi kapan saja dia mau? Apakah presiden RI nanti adalah Megawati yang berwujud Jokowi? atau Jokowi rasa Megawati?

Saran buat PDIP. Kok kalian tega-teganya memamerkan kader terbaik kalian seperti boneka dari Solo yang bisa dimainkan sesukanya. Ayo, jangan ulangi kesalahan, blunder yang sama. Mari jaga “kehormatan” pria kurus dari Solo yang akan bikin gemuk Partai Anda, dan bikin sehat Indonesia!

28 Maret 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s