Posts Tagged ‘isis’

What ISIS?

Posted: September 29, 2014 in Uncategorized
Tag:,

ISIS cuma sekumpulan kecil semut yang dengan sekali tiup saja lari tunggang lwhatanggang, atau sekali injak saja mati semua atau paling tidak cedera serius. Tapi entah kenapa tiba tiba jadi seperti ribuan gajah yang menghancurkan sawah ladang pikiran kita?

ISIS cuma setetes embun yang dengan sekali usap saja, masuk ke dalam pori-pori, tapi kenapa tiba-tiba mereka seperi tsunami yang memporak randakan simpati kita pada Palestina? Menenggelamkan kebiadaban Israel di Gaza?

Kalau ISIS bukanlah semut kenapa dia tidak bisa menguasai Irak negeri kecil tempat markas mereka? Kenapa ISIS baru berani berulah setelah tentara Amerika pulang mudik? Kenapa kita yang nun jauh di sini malah ketakutan belebihan pada ISIS?

Kalau ISIS bukan setetes embun, kenapa dia tidak bisa menang lawan pemerintah Suriah? Padahal dunia tahu semua, Eropa dan Amerika dulu membantu perjuangan mereka? Kenapa kita yang nun jauh di sini menganggap ISIS akan bisa mendirikan khilafah di Indonesia? Ada urusan apa mereka dengan kita? Mau bikin khilafah lintas Negara seperti masa ke kahlifahan dulu? Anak-anak ingusan seperti ISIS bisa apa mereka? Bahkan Ikhwanul Muslimin saja yang berkuasa secara konstitusional, secara demokratis, ditumbangkan dengan cara tidak demkortis dan dicap teroris. Bahkan Hamas saja yang jelas menang pemilu dan berjuang demi tanah airnya juga dicap teroris. Ketika semua Negara kompak memerangi teroris, bagaimana caranya ISIS mewujudkan cita-cita gilanya itu?

Sama seperti cerita teroris yang akan mendidrikan Negara berdasarkan Islam di sini kalau mereka berhasil membunuh kepala Negara. Lha rakyatnya memang dianggap patung semua? Membiarkan teroris lengggang kangkung ke istana depan monas sana? Memangnya kepala Negara sama dengan kepala ular yang jika dipenggal kepalanya, mati semua? Bahkan capres yang memenangkan pilpres 56 persesn suara saja masih terjanggal di MK. Masa teroris yang jumahnya nol koma nol koma nol bisa berkuasa di Indonesia? Dongeng klasik yang sudah nggak menarik lagi, lebih menarik dongeng moderen Roro Jonggrang dan Dayang Sumbi masuk penjara karena berkelahi main jambak-jambakan saat syuting film.

Teroris sejak zaman doeloe sampai sekrarang memang ada, cuma namanya saja berbeda. Di sini teroris jadi bulan-bulanan Denus 88, itu belum tentara kita turun tangan, ditambah lagi dana besar yang selalu siap setiap saat digelontorkan buat memerangi teroris. Jadi apa yang bikin rakyat panik pada ISIS? Apa karena mereka berani corat coret tembok? Ah,soal itu mah serahin saja sama babinsa,binamas, sebentar juga ketangkep, atau maksimal bantuan polsek. Kalau sampai sekarang anak nakal yang corat coret tembok itu belum ketangkep juga, ya..nggak tahulah.
Dunia nggak bakal kalah sama teroris, percaya deh. Cuma orang gila yang mau jadi teroris, dan jumlah orang gila itu sangat sangat sedikit. Memang dulu walau sedikit banyak juga yang populer dan bikin keder, tapi kan Osama, Nurdin M Top, dokter Azhari, Imam smadura cs kan sudah jadi cacing tanah. Sekarang tinggal recehannya saja, tapi kenapa tiba-tiba muncul kepanikan pada ISIS?

Media televisi terkadang jadi biang kerok juga. Sewaktu TV One mewawancari menterti Tifatul Sembring, hostnya menanyakan kepada pak menteri, “Memang susah ya menghapus konten propaganda ISIS? “ menteri menjawab sudah ada Sembilan propaganda ISIS yang di hapus. Sang host bertanya lagi, “ Tapi masih banyak yang bisa diakses?” dengan nada mengecilkan kerja sang menteri. Padahal..saat wawancara berlangsung TV One berkali-kali menayangkan video propaganda ISIS. Kenapa pak Menteri tidak bertanya, “ Anda juga bantu dong..masa saya disusruh menghapus, Anda terus saja menayangkan video ISIS.” Kalau saya jadi mentri, langsung saya siram wajah hostnya dengan air teh. Media masa sadar atau tidak sadar sudah menjadi humas ISIS.

Media masa juga memuat komentar bapak-bapak yang terhormat tentang pengaruh ISIS. ISIS dikabarkan berhasil membaiat teroris yang ada dalam penjara. Bagaimana bisa? Siluman macam apa ISIS ini hingga bisa masuk ke dalam ruang yang dijaga super ketat? Bahkan yang dibaiat itu jika keluar dari tahanan saja harus dikawal oleh pasukan bertopeng lengkap dengan senjata mesin dan berkacamata seperti Matrix, gagah seperti polisi luar negeri dalam film-film action.

Mulai dari presiden dan bawahannya, mulai dari ulama dan ormas Islam, politisi sampai para pengamat semua bicara ISIS. Rakyat yang tadinya nggak tahu ISIS jadi sedikit tahu, yang sudah tahu jadi tambah tahu. Kalau mau diberantas, kenapa sih harus menjadi ‘kombur” ( ngoceh ) secara nsional? Kenapa tidak dihajar saja sampai ke akar-akarnya? Densus kita, intelejen kita hebat kok, dunia sudah mengakuinya. Sampai kapan kita terus ngoceh? Sampai nanti timbul kesadaran lalu serempak kompak bertanya, “ ISIS? What Is this ? “

10 Agustus 2014

Iklan